Search This Blog

Sunday, 17 August 2014

Perangko Lukisan Raden saleh berjudul "Een Strijd op Leven en Dood"

Isi: 1
Negara: indonesia
Tahun: 1967
Kategori: used stamps
Informasi :

Saleh Syarif Bustaman atau yang lebih dikenal dengan nama Raden Saleh, merupakan pelukis bertaraf internasional, dikenal sebagai pionir seni lukis modern Nusantara.

Raden Saleh lahir pada 23 April tahun 1807 (atau 1811) di Semarang, merupakan putra dari Sayyid Husein bin Alwi bin Awal bin Yahya, sedang ibunya seorang ningrat Jawa yang juga masih memiliki darah Arab dari ayahnya, Sayyid Abdullah Bustaman atau yang dikenal dengan Kyai Ngabehi Kertoboso Bustaman.

Di masa mudanya, Raden Saleh berguru kepada seorang pelukis asal Belgia, A.J. Payen di Buitenzorg (kini Bogor). Melihat bakat luar biasa Raden Saleh, Payen mendesak pemerintahan Belanda untuk mengirimkan Raden Saleh ke Belanda guna memperdalam ilmu seni. Beliau tiba di Eropa pada 1829 dan mulai belajar di bawah pengawasan pelukis tersohor Cornelius Kruseman dan Andries Schelfhout.

Schelfhout banyak menginspirasi Raden Saleh dalam mengasah seni lukis pemandangan, sedang Kruseman melatih kepekaan Raden Saleh dalam melukis potret. Selama masa pembelajaran itu, Raden Saleh banyak mengunjungi kota-kota Eropa hingga Aljazair. Ketika berada di Den Haag, seorang pawang singa memersilakan Raden Saleh mempelajari gerak-gerik singanya, dan dari sanalah tercipta salah satu karya besarnya berjudul Een Strijd op Leven en Dood (Pertempuran Hidup Mati) yang menggambarkan pertempuran mati hidup antara seekor banteng dengan dua ekor singa.

Setelah berada di Eropa selama sekitar 20 tahun, Raden Saleh kembali ke Indonesia pada 1851, dimana beliau bekerja sebagai penasihat seni bagi pemerintahan kolonial. Tak lama setelah itu, pada 1857 Raden Saleh menelurkan sebuah karya besar lainnya berjudul Capture of Prince Diponegoro (Penangkapan Pangeran Diponegoro) yang menggambarkan detik-detik penangkapan Pangeran Diponegoro setelah dikhianati pemerintahan kolonial Belanda. Konon lukisan ini kini berada di Museum Istana Presiden setelah sebelumnya berada di Kerajaan Belanda hingga tahun 1978.

Raden Saleh meninggal pada tahun 1880 di Bogor, meninggalkan karya-karyanya yang hingga kini masih banyak diperbincangkan oleh dunia Internasional.

No comments:

Post a Comment

INFO LINKS